Home Galeri Info Multi Lestari

Cikarang 25 Februari 2011

 

Kurang dari satu bulan, bahkan hanya dengan waktu 2 minggu, PT. MULTI LESTARI siapkan desain packaging baru untuk produk regulator dan selang LPG, tidak tanggung-tanggung yang akan segera dilaunching sebanyak 21 item produk dengan merk gascomp. "saya harus mendesain  packaging sebagus mungkin dan saya ingin desain yang saya buat ini benar-benar unik dan beda tidak seperti umumnya yang dipakai oleh produk sejenis meskipun ini sangat menguras tenaga dan pikiran karena waktu yang diberikan oleh manajemen begitu singkat tetapi saya sangat bersemangat mengerjakannya karena mempunyai nilai dan kebagaan tersendiri. kenapa saya ingin packaging ini berbeda, karena saya lihat produk ini benar-benar beda dengan produk lain  dengan berbagai macam fitur baru". tutur M.J.Ramdhan selaku kepala bagian production engineering PT. MULTI LESTARI, yang juga pernah mengenyam pendidikan di universitas komputer indonesia. kali ini desain yang dia buat tidak lagi menggunakan etiket packaging dengan sistem vaccum press, akan tetapi kotak prisma atau siku dengan sentuhan desain khas serta finishing yang sangat menarik bahkan salah satu produk menggunakan finishing hot print/ polly mas yang tak sedikit biaya yang harus dikeluarkan untuk packaging model ini. sebelumnya PT. MULTI LESTARI juga pernah meluncurkan desain yang hampir mirip pada akhir tahun 2010 lalu dengan edisi terbatas.

kita tunggu saja nanti seperti apa sebenarnya desain yang disebutkan tadi, yang kemungkinan besar akan segera launching pada awal tahun ini.

 

 

Ekonomi - / Jumat, 9 Juli 2010 23:23 WIB
Metrotvnews.com, Bekasi: PT Multi Lestari selaku produsen resmi tabung gas Elpiji Pertamina memproduksi 1.500 tabung per hari yang didistribusikan ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

"Jumlah stok kami mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Jabodetak," ujar Direktur perusahaan itu, Sukianto Kusumo, di sela kunjungan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Cikarang, Jumat.

Menurutnya, seluruh produk tersebut dikerjakan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan pemerintah sehingga aman digunakan konsumen.

"Kami mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan SNI secara wajib pada semua produk yang dihasilkan maupun pengawasan terhadap peredaran Elpiji ilegal," katanya.

Dikatakan Sukianto, pihaknya tidak saja memproduksi tabung gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, melainkan juga memproduksi regulator dan selang kompor gas Elpiji yang ber-SNI.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat beserta jajarannya mengunjungi PT Multi Lestari di kawasan industri Jababeka II, Cikarang, Kabupaten Bekasi, sekaligus memantau proses produksi.

"Jajaran Menteri yang tergabung dalam Satgas Konversi Minyak Tanah ke Elpiji telah membagi tugas untuk melakukan sosialisasi pengawasan dan penindakan untuk mengantisipasi peredaran tabung gas ilegal," katanya.

Menurutnya, Satgas itu akan bekerja sama dengan Pertamina dan kepolisian untuk pengawasan tabung ilegal di tengah masyarakat.

"Pembentukan ini diharapkan efektif agar tidak ada lagi produk ilegal yang beredar di pasaran kerena merugikan banyak masyarakat," ujarnya.

Agung mengatakan, sosialisasi akan ditangani oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Pertamina. "Sementara pengawasan dilakukan oleh Kementrian Perdagangan dan Kepolisian untuk mengambil tindakan apa bila ditemukan adanya produk ilegal di pasaran," ujarnya.

 

Ekonomi - / Jumat, 9 Juli 2010 23:23 WIB
Metrotvnews.com, Bekasi: PT Multi Lestari selaku produsen resmi tabung gas Elpiji Pertamina memproduksi 1.500 tabung per hari yang didistribusikan ke Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi.

"Jumlah stok kami mampu memenuhi kebutuhan masyarakat di Jabodetak," ujar Direktur perusahaan itu, Sukianto Kusumo, di sela kunjungan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, di Cikarang, Jumat.

Menurutnya, seluruh produk tersebut dikerjakan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI) yang ditetapkan pemerintah sehingga aman digunakan konsumen.

"Kami mendukung langkah pemerintah untuk menerapkan SNI secara wajib pada semua produk yang dihasilkan maupun pengawasan terhadap peredaran Elpiji ilegal," katanya.

Dikatakan Sukianto, pihaknya tidak saja memproduksi tabung gas Elpiji ukuran 3 kilogram dan 12 kilogram, melainkan juga memproduksi regulator dan selang kompor gas Elpiji yang ber-SNI.

Sementara itu, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat beserta jajarannya mengunjungi PT Multi Lestari di kawasan industri Jababeka II, Cikarang, Kabupaten Bekasi, sekaligus memantau proses produksi.

"Jajaran Menteri yang tergabung dalam Satgas Konversi Minyak Tanah ke Elpiji telah membagi tugas untuk melakukan sosialisasi pengawasan dan penindakan untuk mengantisipasi peredaran tabung gas ilegal," katanya.

Menurutnya, Satgas itu akan bekerja sama dengan Pertamina dan kepolisian untuk pengawasan tabung ilegal di tengah masyarakat.

"Pembentukan ini diharapkan efektif agar tidak ada lagi produk ilegal yang beredar di pasaran kerena merugikan banyak masyarakat," ujarnya.

Agung mengatakan, sosialisasi akan ditangani oleh Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Pertamina. "Sementara pengawasan dilakukan oleh Kementrian Perdagangan dan Kepolisian untuk mengambil tindakan apa bila ditemukan adanya produk ilegal di pasaran," ujarnya.